Search
Search
Close this search box.
WhatsApp Image 2025-10-23 at 09.30.04
Etnomatematika Anyaman dari Kertas

LAPORAN PROYEK LITERASI NUMERASI

ETNOMATEMATIKA: ANYAMAN DARI KERTAS

Kelas: IX.2

Guru Pendamping: Ibu Rahmini s.pd

Sekolah: SMPN 2 Makassar

Kelompok : 1

Nama Anggota :

A.Dzhiny Aulia

Khairiana Nasyfa Aini

Jesica Agustina

Riska Nasrifa Rasyid

Nur Afikah Putri Alam

Nava Oktaviana T

Andi Muh Dzaki

M Fadly Irawan

Adnan Maghali Airlangga

 

 

  1. Pendahuluan

Proyek ini berjudul “Etnomatematika: Anyaman dari Kertas”.

Latar belakang kegiatan ini adalah untuk mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal, khususnya pada keterampilan membuat anyaman tradisional. Melalui proyek ini, siswa diajak memahami bentuk-bentuk pola geometri yang terdapat pada hasil karya anyaman, seperti pola zig-zag, segitiga, dan kotak-kotak.

Tujuan proyek ini adalah:

  • Mengembangkan keterampilan numerasi melalui kegiatan praktis.
  • Mengenal penerapan konsep geometri dalam kehidupan sehari-hari.
  • Melestarikan kearifan lokal dalam bentuk kegiatan kreatif.
  • Meningkatkan kemampuan bekerja sama dan berpikir kritis.

Pertanyaan proyek yang ingin dijawab adalah:

Bagaimana hubungan antara pola anyaman tradisional dengan konsep geometri dalam matematika?

  1. Metode

Pelaksanaan proyek dilakukan melalui beberapa tahap berikut:

  1. Persiapan bahan dan alat
  • Kalender bekas
  • Kertas karton
  • Gunting
  • Pensil
  • Lem Fox
  1. Proses pembuatan anyaman

Langkah-langkah:

  1. Siapkan bahan dan alat.

Kumpulkan kalender bekas, lem Fox, penggaris, dan pensil di atas meja kerja agar mudah dijangkau.

  1. Buat garis pola.

Gunakan pensil dan penggaris untuk menggambar garis lurus pada lembar kalender bekas. Buat potongan selebar sekitar 2 cm secara memanjang.

  1. Gunting atau sobek sesuai garis.

Potong lembaran kalender mengikuti garis yang telah dibuat hingga menjadi beberapa pita panjang.

  1. Mulai menganyam.

Ambil beberapa potongan kalender. Letakkan sebagian secara mendatar dan sebagian lainnya secara tegak. Anyam dengan cara menyelipkan satu lembar diatas dan satu lembar di bawah secara bergantian.

  1. Rapikan hasil anyaman.

Setelah selesai, rapikan tepi anyaman agar terlihat rapi dan kuat.

  1. Rekatkan tepi dengan lem.

Oleskan Lem Fox pada bagian ujung anyaman supaya tidak mudah terlepas.

  1. Teknologi dan media yang digunakan

Dokumentasi kegiatan dilakukan menggunakan kamera ponsel, sedangkan sumber belajar tambahan diambil dari video pembelajaran di YouTube.

  1. Hasil Proyek

Hasil proyek berupa karya anyaman dari kertas dan kalender bekas dengan tiga jenis pola geometri, yaitu:

  • Zig-Zag: menampilkan bentuk garis berulang bersudut tajam.
  • Segitiga: menunjukkan bentuk-bentuk yang berulang membentuk pola segitiga.
  • Kotak-Kotak: tersusun dari pola persegi yang saling berpotongan.

Siswa juga menghasilkan poster proyek yang berisi alat dan bahan, langkah pembuatan, serta dokumentasi foto kegiatan.

Dampak dari proyek ini adalah meningkatnya pemahaman siswa tentang hubungan antara matematika dan budaya, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok.

  1. Pembahasan

Kegiatan anyaman ini menunjukkan bahwa konsep matematika sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Setiap pola geometri yang dihasilkan memiliki unsur:

  • Simetri lipat dan putar pada pola kotak dan zig-zag.
  • Bentuk segitiga dan persegi panjang sebagai hasil dari proses pengulangan pola.
  • Perbandingan ukuran dan bentuk yang mengajarkan proporsi serta keteraturan.

Melalui proyek ini, siswa dapat melihat penerapan konsep geometri dan pola berulang (tessellation) secara nyata.

Kegiatan ini juga membantu mengembangkan literasi numerasi, karena siswa belajar mengukur, menghitung jumlah potongan, serta menyesuaikan ukuran kertas agar simetris. Selain itu, proyek ini mendukung nilai-nilai etnomatematika, yaitu menghubungkan budaya lokal (kerajinan anyaman) dengan pembelajaran matematika modern, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.

  1. Kesimpulan

Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa:

  • Pembuatan anyaman mengandung banyak unsur matematika, terutama dalam pola dan bentuk geometri.
  • Siswa mampu mengaitkan konsep abstrak matematika dengan kegiatan praktis sehari-hari.
  • Proyek ini menumbuhkan sikap kreatif, teliti, dan kerja sama.
  • Disarankan agar kegiatan serupa dikembangkan lebih lanjut dengan variasi pola dan bahan yang lebih beragam, serta dikaitkan dengan topik geometri lainnya seperti simetri dan transformasi.
  1. Lampiran
  2. Dokumentasi kegiatan:
  • Poster Etnomatematika Anyaman
  1. Sumber referensi:
  • Sumber YouTube 1: https:/sharee.google/lfy4smmngy1a5h19
  • Sumber YouTube 2: https:/sharee.google/ck9phg9nkdbu02vh9
  • Sumber Google: https:/sharee.google/b09buutigtxk5bnju

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait